Friday, August 24, 2012

[Tanka] Teror Koruptor

teror mafia
membakar rumah rakyat
ulah koruptor
aksi mengepung kampung
rakyat miskin melawan

fitnah yang licik
politik adu domba
pepesan kosong
media pasar bebas
provokator pilkada

MiRa - Amsterdam, 24 Agustus 2012

*** terinspirasi dari berita dibawah ini ***

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/22/14191962/30.Kebakaran.Terjadi.Selama.Ramadan.di.Jakarta.Barat

30 Kebakaran Terjadi Selama Ramadhan di Jakarta Barat


JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat mencatat sedikitnya 30 peristiwa kebakaran terjadi selama Ramadhan. Dari 30 peristiwa tersebut, penyebab terbanyak adalah hubungan pendek arus listrik.

“Kebanyakan terjadi di Tambora. Di sana selain padat penduduk, banyak warga yang nakal mengambil listrik secara ilegal,” kata Kepala Operasional Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Sutarno di Jakarta, Rabu (22/8/2012).

Ia mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran menjadi faktor utama terjadinya hal tersebut. Menurutnya, warga seharusnya diberikan penyuluhan, pembinaan, dan pelatihan tentang bagaimana cara pertolongan pertama menghadapi peristiwa kebakaran.

Penyuluhan sebenarnya sudah ada, dalam bentuk Sistem Kebakaran Kampung (SKKN). Namun, anggaran yang disediakan masih sangat kecil, hanya untuk satu tahun sekali. Penyuluhan menurutnya harus secara intensif diberikan di kawasan yang rentan kebakaran, seperti di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, yang terkenal padat penduduk.

Akibat lemahnya penyuluhan, apabila terjadi kebakaran, warga malah menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman. Tak jarang, antara petugas dan warga terlibat adu mulut saat pemadaman.

“Seharusnya peran warga untuk membantu petugas hanya cukup memberikan petunjuk lokasi kebakaran, memberikan arahan jalan, dan memberi petunjuk sumber air. Selebihnya percayakan kepada petugas, api pasti bisa padam,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah harus segera memperbaiki alat-alat yang membantu petugas dalam mencegah kebakaran, seperti hydrant. Menurut Sutarno, hydrant yang ada di Jakarta sama sekali tidak bisa membantu pemadaman lantaran daya semprot yang sangat lemah. Hal itu terjadi karena saluran air hydrant menjadi satu dengan saluran air warga.

“Di luar negeri, saluran hydrant sendiri. Makanya, semprotan airnya kencang. Kalau di Jakarta, tidak ada hydrant yang seperti itu. Makanya kami lebih mengutamakan sumber-sumber air seperti saluran dan kali. Terlebih lagi, hydrant banyak yang tidak berfungsi lantaran kopling penutup yang terbuat dari kuningan sering dicuri oleh warga,” katanya.

Sudin Pemadam Kebakaran mencatat, pada 2011, tingkat kebakaran di Jakarta Barat menjadi yang paling tinggi di DKI Jakarta. Sebanyak 195 kasus kebakaran terjadi, dan nilai kerugian mencapai Rp 72.544.700.000.

Di 2012, hingga Juli, jumlah kasus kebakaran sudah terjadi sebanyak 106 kali, dengan kerugian mencapai Rp 39.201.150.000. Total bangunan yang terbakar mencapai 520 bangunan berbagai bentuk, 5 korban jiwa, 16 korban luka-luka, 3 petugas pemadam terluka, dan 142.466 meter persegi luas areal yang sudah terbakar.

“Untuk penyebab, kebakaran paling tinggi diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik sebanyak 74 kasus, kompor 8 kasus, rokok 6 kasus, dan lain-lain 18 kasus,” tutupnya.
**** 
http://www.tempo.co/read/beritafoto/3191/Tangisan-Korban-Kebakaran-Pondok-Bambu

Tangisan Korban Kebakaran Pondok Bambu

Rabu, 22/08/2012 | 10:59
Warga menangisi rumahnya yang habis terbakar di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (22/8). TEMPO/Subekti
***
http://www.tempo.co/read/news/2012/08/09/228422364/Kunjungi-Korban-Kebakaran-Fauzi-Sindir-Jokowi

Kamis, 09 Agustus 2012 | 12:29 WIB

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kembali menyindir pesaingnya dalam pemilihan gubernur putaran kedua, Joko Widodo.

Sindiran itu dia ungkapkan ketika mengunjungi korban kebakaran di Kalimati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Agustus 2012.

Sindiran tersebut terekam dalam video berjudul “Foke Pemimpin ”Seribu” Pertanyaan Blunder” dan “Kunjungi Warga Karet Tengsin, Foke Justru Berkampanye” yang diunggah dalam situs YouTube!.

Calon gubernur incumbent yang mengenakan kemeja putih itu datang ke tempat pengungsian warga. Dalam video itu, Fauzi yang datang sebagai Gubernur DKI malah menanyakan kepada warga siapa calon gubernur dalam pilkada putaran kedua yang bakal mereka pilih pada 20 September nanti.

“Sekarang lo nyolok siapa, kalau nyolok Jokowi mending, mah, bangun (rumah) di Solo aja,” katanya seperti termuat di dalam video.

Menanggapi pernyataan Fauzi tersebut, warga hanya tertawa. Namun ada juga warga yang mengiyakan kalimatnya. “Ya, bapaklah, bapak kumis,” kata seorang wanita.

Fauzi kemudian mengatakan saat ini pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi kerugian yang terjadi akibat kebakaran tersebut. Dia pun berjanji akan secepatnya memberikan jawaban bagi warga. “Nanti saya akan ambil keputusan sebelum semingggu lagi, deh,” ujar Fauzi.

Fauzi juga meminta warga untuk sabar berada dalam penampungan. “Ya, sabar dulu,” katanya.

Sindiran Fauzi tersebut menuai banyak komentar. Seperti komentar yang ditulis oleh akun bernama Pancakee Rebus. ” Ck ck ck.. Foke udah panik..hahaha.” katanya. Banyak juga tanggapan yang mengecam Fauzi. “Foke tidak lebih mulia dari sampah kotoran.. Sudah tau rakyat lagi kena musibah, masih sempat aje nanya lo nyoblos siape,” tulis pemilik akun Hansgunawan62.

NUR ALFIYAH
***
http://www.tempo.co/read/news/2012/08/14/228423537/Soal-Video-Kebakaran-Foke-Dilaporkan-ke-Panwaslu

Selasa, 14 Agustus 2012 | 17:39 WIB

Soal Video Kebakaran, Foke Dilaporkan ke Panwaslu

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Relawan Buruh untuk Jakarta Baru meminta Panwaslu untuk mengusut kasus dugaan pelanggaran aturan kampanye yang dilakukan oleh Fauzi Bowo.

“Jangan buru-buru mengatakan tak ada pelanggaran jika tidak diinvestigasi lebih lanjut,” ujar salah satu anggota tim relawan, Surya Tjandra saat dihubungi, Selasa, 14 Agustus 2012. Tadi siang, tim relawan ini bersama warga korban kebakaran Karet Tengsin datang ke Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta.

Mereka mengadukan ucapan Fauzi Bowo atau yang biasa disapa Foke ketika mengunjungi warga korban kebakaran di Karet Tengsin. Dalam video yang tersebar di layanan YouTube, Foke menyindir korban kebakaran yang memilih Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Menurut Surya, perkataan Foke saat itu merupakan salah satu bentuk kampanye. “Pernyataan tersebut dapat dimaknai upaya menguntungkan dirinya sebagai calon, dan merugikan penantang,” ujarnya.

Foke, kata dia, berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 / 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 117 karena menjanjikan materi berbentuk rehabilitasi rumah kepada para korban. “Hukumannya maksimal satu tahun,” ujarnya.

Surya menambahkan, Foke juga diadukan karena menggunakan isu SARA dengan pernyataan, “jika memilih Jokowi, bangun rumah saja di Solo.” Penyebutan kata Jokowi dan Solo oleh pesaing itu dianggap melanggar pasal 78 ayat b peraturan tersebut.

Selain itu, Surya mengatakan, Foke juga dituduh melanggar pasal 80 karena menggunakan jabatannya untuk melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Salah seorang warga kebakaran, Eko Wahyudi menilai pernyataan Foke tersebut tidak etis. “Ketika pengungsi tak memikirkan lagi mau memilih Gubernur yang mana, pernyataan itu tidak pada tempatnya,” ujarnya.Namun Eko yang kini tinggal di tempat pengungsian, bersama dua rekannya yang hadir tadi siang tidak mendengar secara langsung pernyataan itu.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dengan hati-hati. “Korban-korban yang datang hari ini tidak ada yang melihat dan mendengar langsung (pernyataan Foke),” ujarnya.

Namun menurutnya saat ini aduan tersebut belum bisa diterima sebagai laporan resmi. Syarat aduan bisa diperlakukan sebagai laporan resmi adalah adanya pelapor dan saksi lebih dari seorang yang mengetahui kejadian tersebut. “Kami masih akan menunggu untuk menentukan sikap,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait video tersebut, Foke enggan berkomentar. Sementara Kepala Media Center Fauzi-Nachrowi, Kahfi Siregar mengatakan ucapan Foke dalam video itu hanya bercanda. “Tidak ada maksud apa-apa. Itu konteksnya menghibur masyarakat,” kata Kahfi.

M. ANDI PERDANA

http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about Coup d’etat ‘65click: http://www.progind.net/
List of books, click:  http://sastrapembebasan.wordpress.com/

[Tanka] The silent secret





Sunday, August 12, 2012

[Haiku] The shooting stars

stones from space
bright light in the sky
wish us peace

MiRa - Amsterdam,  Aug 12 2012

Tuesday, August 7, 2012

[Haibun] Linden Blossom


 

Setiap hari seusai kerja, dan hampir setahun lamanya aku bersepeda menuju rumah melewati sepanjang tepi sungai. Perjalanan menyita waktu 15 menit itu memang sudah menjadi favorit ruteku. Serasa nyaman, juga menyenangkan. Dengan bersepeda kadang aku bisa berhenti sejenak duduk santai di bangku taman, di antara pohon-pohon besar tepi sungai. Bahkan diwaktu musim dingin pun aku tetap menyempatkan diri untuk sekedar melepas lelah sembari menikmati panorama di seberang sungai.

Ada beberapa pemandangan yang bisa dilihat, selain Gereja kuno, gedung tua sekolah Gymnasium tapi juga monumen Gubernur Jenderal kejam "van heutsz". Setiap kali aku melewati lokasi monumen itu, selalu membuatku bertambah stres berat karena benci dan geram mengingat kembali sejarah riwayat sosok keji itu di zaman penjajahan Belanda . Maka tak pernah aku memilih bangku mengarah panorama yang ada pemandangan monumen itu... Untuk mengetahui tentang van Heutsz, silahkan click:  http://tamanhaikumiryanti.blogspot.nl/2010/09/esai-jendral-kejam-dari-belanda.html

Menjelang musim semi aku tetap bersepeda meluncur sepanjang jalan sungai, bernama Pieter Lastmankade. Di pohon-pohon besar kuncup daun mulai menghiasi dahan dan ranting. Dan, sampai awal musim panas hiasan daum-daun muda terlihat semakin marak kilau berwarna. Namun, di tempat yang sama pada rute perjalananku itu, sejak awal Juli selalu tercium harum semerbak bunga   ..sayangnya aku tak mengetahui jenis bunga apa yang memiliki keharuman itu, lantaran di sekitar taman-taman rumah sepanjang kiri-kanan sungai ada beraneka ragam bunga bermekaran

Suatu hari aku bersepeda melewati jalan tepi sungai yang sama, saat itu pancaran sang surya menyengat di cuaca musim panas. Sesampainya aku di tempat lokasi harum bunga itu, tiba-tiba aku melihat seseorang sedang menyibukan diri di halaman rumahnya. Segera aku berhenti bersepeda kemudian menyapa orang itu dan bertanya: "apakah anda juga memiliki pohon bunga yang harum semerbak itu? " Dengan senyum ramah ia menunjuk ke arah pohon besar sekitar taman pesisir sungai..pandangan mataku mengikuti arah petunjuk ibu jarinya.

Akan tetapi aku merasa aneh, lalu aku menoleh ke orang itu. Aku tak mengerti maksudnya, mengapa ia tersenyum ramah sembari menunjuk ke arah tiga pohon besar itu. Dan, untuk ke dua kalinya aku bertanya:
 "Maksudmu pohon besar yang mana memberi harum semerbak?"
" itu loh pohon di antara dua pohon..." jawabnya seraya menunjuk kembali ke arah pohon tertinggi di antara dua pohon besar lainnya. Dengan sorotan sinar matahari terlihat pohon tinggi itu memancar kilau bening kekuningan. Aku terperangah memandang pohon besar ketinggian hampir 35 meter itu. Seperti terhipnotis aku terus melihat pohonnya...entah berapa lama aku berdiri terpaku menatap pohon besar dan tegap menjulang tinggi ke langit biru.
"hampiri pohon itu, lihatlah dari dekat..akan kau saksikan sendiri begitu banyak bunga menghiasi dahan dan ranting..."
" Oooh...ya...betul...tapi .. apa aku boleh tau nama pohon itu..."
" Linden Blossom"
" Linden Blossom...? bukankah itu nama teh yang biasa kita minum sehari-hari? Berapa kira-kira usia pohon itu?"  tanyaku yang masih terheran-heran dan penasaran seraya membatin tidak percaya mendengar jawaban orang itu
" Aaah..aku ndak tau usianya..yang jelas pohon itu jauh lebih tua dari aku" jawabnya dengan senyum sedikit tertawa.

Segera aku meninggalkan orang itu, berjalan menuntun sepedaku menghampiri pohon besar itu. Sesampainya aku di pohon Linden serta merta aku melepaskan sepedaku, serta merta merangkulnya dengan ke dua tanganku..seketika  terbersit pula dalam ingatanku pada 22 tahun yang lalu. Kenangan lama, teringat kembali pada sosok teman kuliahku, yang setiap hari membawa teh Linden Blossom untuk kami. Saat itu kami sedang melakukan aksi Mogok Makan di Beursplein - Amsterdam, memprotes penolakan eksekusi terhadap 6 tapol korban KUDETA Militer 1965/66.

Kini aku pun baru menyadarinya, bahwasanya wujud pohon Linden yang memiliki bunga berwarna putih kekuningan,  selain memberikan harum semerbak, tetapi juga menjadi konsumsi minuman teh berkhasiat buat manusia, pula sekaligus membangkitkan kenangan pahit masa lalu, yang tak pernah mampu kulupakan...

Harum semerbak
Mengusik ingatanku
Kenangan pahit
Peristiwa berdarah
Menuntut kebenaran

MiRa - Amsterdam, 06 Agustus 2012



http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about Coup d'etat '65click: http://www.progind.net/  
List of books, click:  http://sastrapembebasan.wordpress.com/

Friday, July 27, 2012

Terjemahan dari Berita INDO Web: “Bukti Pembunuhan terhadap 500.000 Komunis Indonesia

President Yudhoyono heeft het Openbaar Ministerie een opdracht gegeven onderzoek te doen de mensenrechtenschendingen die plaatsvonden na de staatsgreep van Soeharto in 1965. Afgelopen maandag maakte de Indonesische Mensenrechtencommissie de resultaten van haar onderzoekselanjutnya read here:

http://www.indoweb.nl/president-yudhoyono-wil-onderzoek-naar-mensenrechtenschendingen-1965-1965/

Terjemahan dari berita Indo Web:

Presiden Yudhoyono ingin menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia 1965
Diposkan oleh Editor INDO WEB pada tanggal 25 Juli 2012

Presiden Yudhoyono telah menginstruksikan jaksa penuntut umum untuk menyelidiki pelanggaran HAM yang terjadi setelah kudeta Suharto pada tahun 1965. Pada senin lalu hasil penelitian Komisi HAM Indonesia terkumpul data bukti korban  “pemburuan terhadap Komunis” yang terjadi di Indonesia setelah kudeta Suharto.  Menurut hasil penelitian ini, tentara Indonesia diduga membunuh lebih dari 500.000 komunis antara 1965-1966 dan 1977-1978.

Selama konferensi pers berlangsung kemarin Presiden Indonesia menyatakan, "hasil penelitiannya adalah baik, faktual secara benar, cerdas dan konstruktif  dalam mengungkap halaman lembaran hitam sejarah Indonesia." Menurut Yudhoyono bahwa negaranya bisa belajar banyak dari Afrika Selatan, Kamboja, Bosnia  untuk bagaimana menangani persoalan kekerasan  dalam sejarah mereka.
Source:
"President Yudhoyono wil onderzoek naar mensenrechtenschendingen 1965"

Posted by Redactie INDO Web on 23 juli 2012 in Nieuws, read here:
http://www.indoweb.nl/president-yudhoyono-wil-onderzoek-naar-mensenrechtenschendingen-1965-1965/

Diterjemahkan oleh MiRa



h


De nationale mensenrechtencommissie in IndonesiĆ«, heeft bewijzen dat het leger na de staatsgreep van Soeharto in 1965, minstens 500.000 communisten heeft vermoord. Hoofdonderzoeker Nur Kholis noemt de moorden die in de jaren ’60 en ’70 plaatsvonden ‘een grove schending van de mensenrechten’....selanjutnya please read here: http://www.indoweb.nl/bewijs-voor-moord-500-000-indonesische-communisten-58749/

Terjemahan dari berita Indo Web:
"Bukti pembunuhan terhadap 500.000 komunis Indonesia

Diposkan oleh Editor pada tanggal 23 Juli 2012 di Berita ·

Komisi HAM di Indonesia, memiliki bukti bahwa tentara setelah kudeta Suharto tahun 1965, telah menewaskan sedikitnya 500.000 komunis. Peneliti Nur Kholis menyatakan pembunuhan yang terjadi tahun 60-an dan 70-an sebagai "pelanggaran berat hak asasi manusia".

Kholis menuntut tentara dari anggota pasukan "Hukuman Mati" pada periode 1965-1967 dan 1977-1978 harus didakwa atas berbagai macam kejahatan termasuk pembunuhan,pemerkosaan massal dan penyiksaan. Hal tindakan tersebut diperkuat dengan laporan berisi 850-halaman bukti kejahatan yang dimiliki oleh Tim Peneliti untuk disampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum. Selama 3-tahun lamanya penelitian Komisi HAM mengumpulkan data-data kesaksian lebih dari 349 saksi mata.

Nur Kholis meminta pemerintah untuk secara resmi meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Menurut dia, para korban dan keluarganya tidak hanya direhabilitasi tetapi mereka juga berhak atas kompensasi finansial.

Setelah peristiwa kudeta 30 September 1965, Presiden Soeharto melarang Partai Komunis. Sedikitnya setengah juta orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), dibunuh atau dipenjarakan selama bertahun-tahun tanpa proses pengadilan.

Sampai 6 tahun yang lalu, orang yang di tuduh komunis tahun 60-an dan 70-an mengalami diskriminasi. Orang-orang Indonesia yang dituduh itu mendapat kartu identitas atau paspor dengan stempel "eks-tapol", juga mereka sulit mendapat pekerjaan di sektor swasta, dilarang bekerja sebagai pejabat. Pada tahun 2006, tanda bukti kartu Identintas dari seseorang tahanan politik dan simpatisan PKI dihapus.

Source
‘Bewijs voor moord 500.000 Indonesische communisten’
Posted by Redactie INDO Web on 23 juli 2012 in Nieuws, read here:
http://www.indoweb.nl/bewijs-voor-moord-500-000-indonesische-communisten-58749/

Diterjemahkan oleh MiRa

http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/Information about Coup d'etat '65click: http://www.progind.net/  
List of books, click:  http://sastrapembebasan.wordpress.com/




[Haiku] Linden and Bee











Saturday, July 21, 2012

[Haibun] Bias Cahaya


tetesan air hujan kian melebat
tiada henti sehari, tiap hari
membasahi bumi

angin menderu di sepanjang jalanan
mengusik dahan pohon di rerumputan
tangkai bunga merunduk

gumpalan awan putih berserat kristal
membias cahaya,  memantul di permukaan air sungai
kumpulan burung camar berarak terbang rendah

bercermin diri
pada titik kenangan
dalam ingatan
mengasah alur hidup
membangun jatidiri

MiRa - Amsterdam, 21 Juli 2012

Sunday, July 15, 2012

[Haiku] wet summer time




the sound of wind noise
welcoming the dancing tree
droplets on flowers

MiRa - Amsterdam, 11 July 2012

Tuesday, July 10, 2012

Gambar pertama eksekusi tentara Belanda di Indonesia


Foto eksekusi muncul di Hindia Belanda

AMSTERDAM - Untuk pertama kali muncul gambar-gambar foto mengenai eksekusi di Hindia Belanda.

Surat Kabar ”Volkskrant” Selasa, menulis tindakan Eksekusi kemungkinan dilakukan oleh tentara Belanda selama peristiwa Agresi Milter Belanda Polisionil Aksi. (Lihat lampiran dibawah)
Juga oleh koran tersebut, mempublikasikan Foto-foto koleksi dari album pribadi seorang prajurit yang bertugas sebagai wajib militer. Salah satu fotonya,terlihat gambar Tiga warga Indonesia yang ditembak mati di punggung belakang, berdiri menghadap lubang parit. Dalam foto lain tergeletak puluhan mayat di selokan sementara dua tentara Belanda meyaksikan.

Lembaga Institut Perang NIOD  dan Institut Belanda untuk Sejarah Militer mengatakan di surat kabar, bahwa sebelumnya belum pernah melihat gambar foto-foto itu. Sang Pembuat foto-foto tersebut berasal dari Enschede dan bekerja di artileri. Ia sudah meninggal.
Penyerahan Kedaulatan Kemerdekaan R.I.:

Ia dikirim pada tahun 1947 dan kembali baru tahun 1950, setelah penyerahan Kedaulatan. Tidak diketahui kejadian eksekusi apa yang  difoto itu. Artileri itu sejauh diketahuinya tidak terlibat langsung pada tindakan eksekusi. Kemungkinan ia turut membantu pasukan khusus infantri yang melakukan eksekusi.

Sang pembuat foto belum pernah mempublikasikan gambar-gambar fotonya. Seorang karyawan dari Arsip-Walikota Enschede melihat album foto tersebut tercecer di tempat sampah, lalu kemudian memutuskan untuk mengambil foto2 yang tercecer ditumpukan sampah itu. Tidak diketahui siapa yang membuang foto album itu ke kontainer sampah. Menurut surat kabar, pemiliknya tidak punya anak dan sampai di akhir hidupnya dalam kesendirian.

Awalnya album foto itu tidak menjadi perhatian khusus, namun kemudian para karyawan arsip itu menilai sebagai sinyal “tanda bahaya” atas gambar kejadian eksekusi terhadap pemindahan tawanan itu. Segera mereka merasa berhadapan langsung dengan kenyataan gambar eksekusi.









Source: http://www.nu.nl/binnenland/2855327/fotos-opgedoken-van-executies-in-nederlands-indie.html

Diterjemahkan oleh MiRa
Amsterdam, 10 Juli 2012

***

Gambar pertama eksekusi tentara Belanda di Indonesia
Oleh: Lynn Nicolasen - 10/07/12, 07:35

© Album Jacobus R.. Drie IndonesiĆ«rs worden beschoten.
© James R. Album. Tiga warga Indonesia ditembak



© Album Jacobus R.. Doden in een greppel, twee Nederlandse soldaten kijken toe.
© James R. Album. Mati di selokan, dua tentara Belanda menyaksikan.



Untuk pertama kalinya dalam sejarah, muncul foto eksekusi, yang kemungkinan besar dilakukan oleh tentara Belanda selama agresi militer di Hindia Belanda dulu. Foto-foto tersebut berasal dari album pribadi seorang prajurit yang ketika bertugas sebagai wajib militer di Hindia Belanda.

Dalam gambar terlihat likuidasi tiga orang Indonesia. Mereka berdiri di tepi parit, dengan punggung mereka dihadapan regu tembak ketika akan ditembak mati. Ternyata, di foto yang kedua terlihat pula tumpukan mayat-mayat yang telah dieksekusi di dalam lubang Parit itu.  Sementara itu di sisi pinggiran lubang parit berdiri dua tentara Belanda, yang dikenali mengenakan seragam mereka.

Belum pernah ada sebelumnya

Para ahli dari lembaga Institut Perang NIOD dan Institut Belanda untuk Sejarah Militer (NIMH) mengatakan foto-foto tersebut belum pernah dilihat sebelumnya. “bahkan bukanlah hal selazimnya gambar foto sehari-hari, dan tidak setiap Nederlands Indise Militer membawa pulang foto-foto yang seperti itu,” kata seorang karyawan dari NIMH. Juga, gambar serupa itu tidak pernah diketahui NIOD, kata RenĆ© Cook. “Kami memiliki banyak album di sini. Saatnya dinanti munculnya gambar seperti itu dan sekarang ini ada” Kau menunggu saat gambar muncul dan sekarang ada.   Sebelumnya saya belum pernah melihat.”

Para sejarawanpun tidak meragukan keasliannya. Lokasi yang tepat maupun kondisi eksekusi telah diketahui. Kelanjutan Penelitian akan memberikan rincian lebih lanjut.

Photografernya adalah seorang prajurit dari Enschede. Ia kini sudah wafat. Ia dikirim pada tahun 1947, tak lama sebelum Agresi Militer pertama dimulai, dan ia baru dikirim kembali pada tahun 1950, setelah dilakukan penyerahan kedaulatan Negara R.I.. Ketika itu Ia menjabat di artileri. Dalam bagian sejarah Korps ini tidak disebutkan melakukan eksekusi. Kemungkinan, korps artileri ini hanya berfungsi membantu memfasilitasi tugas Pasukan Khusus atau infanteri, yang memiliki hak untuk meng-eksekusi.

Pengakuan eksekusi telah dikenal di Jawa kampung Rawagede dan Sulawesi Selatan. Keluarga para korban Rawagede tahun lalu akan diberikan ganti rugi. Negara harus menanggapi gugatan yang diajukan terhadap pembunuhan di luar hukum yang berlaku di Sulawesi Selatan. Berapa banyak korban orang Indonesia di kedua tempat tersebut yang meninggal tidak diketahui.

Tentara itu tidak pernah mempublikasikan keberadaan foto-foto gambar tersebut. Albumnyapun tidak pernah menjadi perhatian khusus, bahkan tak akan menyadarinya jika album foto itu tidak ditemukan di tempat sampah di Enschede. Siapa yang membuang album fotonyapun di sana, tak pula ada yang mengetahuinya. Pemilik album tersebut tak punya anak dan hidupnya sampai diakhir hidupnya selalu dalam kesendirian.

Tempat sampah

Seorang karyawan dari walikota Enschede melihat album foto lama berada di tempat sampah, dan memutuskan untuk mengambil foto2 tersebut seperti mengail ikan keluar dari tumpukan sampah. Pemerintah walikota Enschede sering mengumpulkan gambar foto-foto mengenai riwayat kehidupan warga negaranya sendiri untuk supaya didokumentasikan.  Album foto akan disingkirkan oleh para pengumpul arsip, bila tidak ada bagian gambar-gambarnya yang tidak dinilai sebagai sinyal “tanda bahaya” atas gambar kejadian eksekusi terhadap pemindahan tawanan itu. Pada akhirnya mereka menyeleksi ulang kembali gambar foto eksekusi tersebut.

Baru tiga lembaga sejarah meminta pemerintah untuk kembali menyelidiki tindakan Agresi Militer Belanda antara tahun 1945 dan 1950, untuk supaya memahami perang apa yang dilakukan di Indonesia. Pihak Pemerintah masih belum menanggapinya.

 Diterjemahkan oleh MiRa
 Amsterdam, 10 Juli 2012

Sumber: http://www.volkskrant.nl/vk/nl/2686/Binnenland/article/detail/3284391/2012/07/10/Eerste-foto-s-ooit-van-executies-Nederlands-leger-in-Indie.dhtml


Sunday, July 1, 2012

Refleksi Jakarta Aku Kan Kembali: “Mengapa Dukung Jokowi?”

Sekitar 2 minggu lagi, warga DKI Jakarta akan menghadapi PILKADA DKI, yang diadakan tgl. 11 Juli mendatang..Ada 6 pasangan CaGub/CalWaGub yang sejak tgl. 24 Juni yl berkampanye untuk memenangkan suara pemilih warga Jakarta… agenda kampanye, silahkan click: http://www.antaranews.com/berita/317254/kampanye-pilkada-dki-diawali-penyampaian-visi-misi

Entah kenapa, saya yang lahir dan besar di Jakarta tapi juga cukup lama bermukim di perantauan, masih memiliki hubungan emosional dengan Kota kelahiranku itu…walaupun jarak pemukimanku jauh dari Indonesia tapi rasa cinta pada Tanah Airpun tak pernah terkikis habis, nyatanya aku tak bisa melepaskan kepedulianku, misalnya terhadap persoalan kemiskinan dan ketidakadilan di Indonesia. Apalagi bila aku membaca soal politik-ekonomi secara umum melalui media internet, serasa aneh bin ajaib, yang budaya korupsi nyatanya merambah sampai kepedasaan, juga “Kesal dan Gemas” membaca ulah hipokrisi peranan politik elitnya, dan kadang terpikir olehku..”ehm, Bangsa dan negara kita ini mau di giring kemana sih oleh para penguasa politik elitnya?”

Kembali, soal jakarta sebagai kota kelahiran dan masa remajaku, yang pula menjadi tempat pemukiman paling digandrungi oleh siapa saja, baik dari golongan pendatang berasal dari kaum miskin desa sampai kaum menengah pedesaan, yang menumpu harapan dan impian “mengadu nasib” di kota besar Jakarta. Hampir semua golongan pendatang bercita-cita dan berambisi membangun karier kerja di kota Metropolitan itu…ada yang akhirnya berhasil jadi pedagang sukses, pegawai negeri, pekerja LSM sukses, ilmuwan dsb bahkan sampai pula berhasil sukses menjadi politisi elit …tapi ada pula yang hidupnya gagal lalu jadi “gembel” dan kemudian bergelut di dunia “informal sektor” sebagai penipu atau broker politik elit, pencopet dan penjegal, yang akhirnya kehidupan metropolitan jakarta menjadi anjang pusat kegiatan “tipu-menipu antar penipu”…  Ibaratnya ingin menjadi “ORKAY” alias Orang kaya baru yang sukses dan di hormati tapi ditakuti atau dibenci oleh lingkungannya. Moral kehidupan di kota metropolitan pun mengalami perubahan akut, tercermin refleksi filsafat hidupnya “cuek-bebek” berprinsip: “Emangnya Gue Pikirin…:) “

Kota jakarta, yang cermin jurang pemisah antar si kaya dan si miskin semakin melebar, juga begitu ekstrim penderitaan kaum miskin kotanya. Bahkan kondisi fisik kehidupan kota metropolitan itu, semakin dihadapi beragam pusat persoalan penyakit epidemi Demam berdarah, kemacatan lalu-lintas, pengotoran udara, kriminalitas, banjir, pengangguran, fasilitas umum yang memburuk, seperti terminal&halte bus, persoalan sampah dll. Sehubungan dengan persoalan tersebut, kini Ibu Kota itu sedang pula dihadapi tempat anjang persaingan antar Calon Gubernur, yaitu PILKADA, yang akan diadakan pada 11 juli 2012 mendatang.

Jumlah penduduk Jakarta yang lebih dari 10 juta orang itu dihadapi pilihan 6 pasangan kandidat cagub - cawagup DKI Jakarta. Menurut KPU DKI ada 7 Juta Surat Suara, yang katanya ada 6.983.692 orang yang berhak memilih. Sementara itu, ada 15.059 titik TPS yang tersebar di tiap kelurahan.
Menurut situs http://pilkadadki.com/ hasil pooling yang dirilis melalui http://pilkadadki.com/polling/ , dari jumlah total Vote: 35325 sampai tgl. 30 Juni 2012, yang menginginkan pasangan cagub - cawagup DKI sbb:
Foke - Nara, Jumlah Vote:12435 | Persentase: (34.67 %)
HNW - Didik, Jumlah Vote:11543 | Persentase: (32.18 %)
Jokowi - Ahok, Jumlah Vote:10581 | Persentase: (29.50 %)
Tentunya hasil pooling tsb bukanlah menjadi catatan tolok ukur yang menentukan, akan tetapi diantaranya memang ada calon pasangan cagub&cawagub yang unik, misalnya Jokowi yang sedang menjabat Wali Kota Solo jilit 2 itu adalah salah satu favorit kandidat calon Gubernur DKI Jakarta 2012, berpasangan dengan Calon Wakilnya bernama Ahok.

Jokowi yang  menurut info di tempo.com:  “…berdasarkan publikasi The City Mayors Foundation, London, Inggris….Jokowi masuk dalam lima besar kandidat wali kota terbaik yang mewakili Asia. Selain Jokowi, ada Wali Kota Tel Aviv (Israel) Ron Huldai, Wali Kota Angeles City (Filipina) Edgardo Pamintuan, Wali Kota Changwon City (Korea Selatan), dan Wali Kota Ankara (Turki) Melih Gokcek.”, selanjutnya silahkan click: http://www.tempo.co/read/news/2012/06/19/219411452/Jokowi-Masuk-Daftar-25-Wali-Kota-Terbaik-Dunia..”

Lalu, mengapa JOKOWI sampai saat ini begitu populer di Jakarta…seperti pula tercermin di gambar profile+ 6 tawaran program kampanye PILKADA DKI Jakarta di bawah ini, berjudul “mengapa Dukung Jokowi”. Gambar tsb saya temukan di facebook.com

Selanjutnya saya sajikan beberapa info yang saya baca melalui website

Apa Kata Pedagang Glodok Soal Jokowi-Ahok?
http://regional.kompas.com/read/2012/03/22/14261127/Apa.Kata.Pedagang.Glodok.Soal.Jokowi-Ahok.

Penulis : Madina Nusrat | Sabtu, 24 Maret 2012, “Jokowi-Ahok Siapkan Kartu Jakarta Sehat”
“Jakarta punya anggaran jauh lebih besar dibandingkan di Solo. Cuma Jakarta belum punya sistem untuk jaminan kesehatan bagi warganya,” jelas Wali Kota Solo yang biasa disapa Jokowi ini…” selanjutnya silahkan click:http://regional.kompas.com/read/2012/03/24/16433867/Jokowi-Ahok.Siapkan.Kartu.Jakarta.Sehat.

“… semua moda transportasi massal di Jakarta ini butuh perbaikan segera. Dengan angkutan umum yang baik dan memadai, kata Jokowi, warga pasti tidak sulit untuk diajak meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke angkutan umum…”, selanjutnya silahkan baca: “Inilah Perbaikan Angkutan Umum ala Jokowi “, silahkan ckick: http://regional.kompas.com/read/2012/04/04/09343944/Inilah.Perbaikan.Angkutan.Umum.ala.Jokowi

“…Kami tidak akan mengubah Pola Transportasi Makro yang sudah direncanakan. Tapi memodifikasi sedikit untuk kenyamanan bersama, saya rasa tidak ada salahnya,…” selanjutnya silahkan click: http://regional.kompas.com/read/2012/04/02/07060195/Jokowi. .

Ada yang mengutip pengamat dari Reform Institute info di kompas.com, Jumat, 23 Maret 2012, “Jokowi-Ahok Harus Yakinkan “Akar Rumput”,

a.l.  menilai:”… pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) berpotensi meraih banyak suara dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012 (Pilkada DKI Jakarta 2012)…Meski demikian, Yudi menilai Jokowi-Ahok memiliki pekerjaan rumah yang cukup menantang, yakni harus menggalang konsolidasi dengan warga dalam waktu terbatas. Ini dikarenakan kedua pasangan itu belum menyentuh warga Jakarta secara menyeluruh. ….” selanjutnya silahkan click: http://regional.kompas.com/read/2012/03/23/20422963/Jokowi-Ahok.Harus.Yakinkan.Akar.Rumput.

Tentunya penilaian tersebut sah-sah saja mengingat Jokowi adalah pula salah satu pendatang baru, yang menginginkan pula “mengadu Nasib” di Kota Metropolitan Jakarta, yang kemungkinan akan bisa mendapat nasib baik atau bernasib jelek…semuanya itu bergantung pada potensi kejujuran, kesediaan niat baiknya dan kuat atau tegar menghadapi tantangan kehidupan perkotaan bermoral “Hipokrisi”, juga sebagai tempat anjang pusat kegiatan “tipu-menipu antar penipu”…

MiRa - Amsterdam, 1 Juli 2012

 
http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about Coup d’etat ‘65click: http://www.progind.net/
List of books, click:  http://sastrapembebasan.wordpress.com/

Friday, June 29, 2012

[Haiku] like cherry fruit



[Haiku] Bleeding heart flower



Bleeding heart flower info, please click:
http://darumapilgrim.blogspot.jp/2005/08/flower-garlands.html
http://shoaibnzm2.blogspot.nl/2011/12/bleeding-heart-flowers.html

Friday, April 27, 2012

[Tanka] Putih Bersemai

(1)

Tatapan mata
Dibalik ruang kaca
Memandang bunga

Perjalanan usia
Menuai kesabaran

(2)

Di ujung waktu
Bersinar dalam hampa
Jantung berdetak

Ketidakberdayaan
Mengusik kepastian

(3)

Air mengalir
Ke ulu hati
Mengelak kepedihan

Di saat penentuan
Kehangatan bersemi

MiRa - Amsterdam, 26 Mei 2010
Putih berputik Merah -Elisabeth Samsonstr. 27 Mei 2010

[Tanka] Musim semi di pelataran rumah

[Haiku] Musim semi di pelataran rumah

Pesona bunga
Hujan di musim semi
Segar merekah
Senyum melepas lelah
Lemah lunglai menyurut

Menanti cerah
Di pelataran rumah
Menatap langit
Burung pipit mencicit
Meninggalkan sarangnya

Semilir angin
Ingat nasib bencana
Lumpur beracun
Malam kelam berduka
Dilanda mimpi nyeri

MiRa - Amsterdam, 2 Juni 2010


" Burung pipit mencicit"
Elisabeth Samsonstr - Amsterdam, 1 Juni 2010

Saturday, March 31, 2012

[Haiku] Mother in the spring time



my mother happy
looked at cherry blossoms
In front of her house

Ibuku senang
Melihat bunga sakura
Di depan rumah

Mira - Amsterdam, March 31, 2012

Tuesday, March 27, 2012

[Haiku] Spring Seasons

Spring equinox
Inhaling fragrant scent
From animal manure


Shadow of the sun
With soft breeze whisper
Fill me the energy

MiRa - Amsterdam, 26 March 2012

[Haiku] The day of silence

Day of silence
With incense in my room
Giving thoughts on quiet

Day of silence
With incense in my room
My thoughts are quiet


Di hari nyepi
Dengan dupa di ruangan
Pikiran tenang

Note please click, http://en.wikipedia.org/wiki/Nyepi

Friday, 23 March 2012

Monday, March 19, 2012

[Haiku] On clear Day




clear spring day -
I cycle along the canals
with blooming edges

Op heldere dag
Ik fiets door langs de grachten
met bloeiende randen

Hari yang cerah
Bersepeda sepanjang kanal
Mekar di tepi

MiRa - Amsterdam, 19 Maret 2012

Sunday, March 18, 2012

[Tanka] Surga Dunia


Bayangan surya
Angin membisik pohon
Semangat hidup
Waktu menyambut musim
Bunga surga dunia

MiRa - Amsterdam, 18 Maret 2012

Paradise on earth

Shadow of sunrays
Soft breeze whispering the tree
Give spirit of life
Time welcoming the season
Flowers paradise on earth

MiRa - Amsterdam, March 18, 2012

Saturday, March 17, 2012

[Haiku] Meja Bundar




Di Hari sampah
Meja antik di jalan
Jadi milik ku

MiRa - Amsterdam, 17 Maret 2012

~ Haiku Round table ~

The day of garbage
Antique table on roadside
It's me new owner

Trash collection day -
The antique table by the roadside
Now belongs to me


~ Haiku Ronde Tafel ~

De dag van afval
Antieke tafel langs de weg
Nu is die van mij

Friday, March 16, 2012

Tanka Musim Bunga


Menggores kuas
Aneka warna bunga
Di atas kanvas
Gambar karya lukisan
Secercah sinar surya

MiRa - Amstelveenseweg, 16 Maret 2012

Tuesday, March 13, 2012

[Tanka] Sel Isolasi



Irama sendu
Mengalun dalam sunyi
Lagu soliter
Bait dalam puisi
Bermakna cinta kasih

Sunyi sendiri
Dalam sel isolasi
Gelap gulita
Tahanan siksa batin
Melawan kebatilan

Kenangan lalu
Menelusuri waktu
Menuntut adil
Perjalanan hidupnya
Menjejak dalam hening

MiRa - Amsterdam, 13 Maret 2012

Saturday, March 10, 2012

[Tanka] Makna Ingatan

Di sudut ruang
Kursi dan meja bundar
Menghadap luar
Gangguan lalu lalang
Mengusik waktu senggang

Saat jam sibuk
Di jalur jalan sepeda
Susul menyusul
Lintasan hiruk pikuk
Saling sikut menyikut

Persenyawaan
Senasib dan sejiwa
Kenangan usang
Bertemu dan berpisah
Terlintas dalam benak

Makna ingatan
Tiada tenggang rasa
Antar sesama
Sinar lampu berasap
Abu, debu jalanan

MiRa - Amsterdam - 10 Maret 2012

Tuesday, February 14, 2012

[Updating] Antologi Puisi Untuk Bima Membara

Kepada yth para Penyair antologi puisi Bima Membara yang baik,

Salam Sastra Pembebasan!

Pertama-tama, kami mengucapkan terimakasih atas simpati, dukungan dan sumbangan karya puisi untuk Bima Membara. Sumbangan karya - karya puisi itu sebagai ekspresi kepedulian terhadap Peristiwa Tragedi Kemanusiaan, yang terjadi di Pelabuhan Sape – Bima pada tanggal 24 desember 2011.

Karena banyaknya sumbangan puisi yang dikirim oleh para penulis, sehingga tak bisa diterbitkan semuanya karena keterbatasan biaya, tapi kami bermaksud menerbitkan buku antologi Bima Membara yang kedua buat karya para penyair yang belum termuat puisinya.

Rencana launching buku Bima Membara akan diadakan di Jakarta dalam waktu dekat yang akan diinformasikan lebih lanjut kepada para penulis, dan dalam acara tersebut para penulis akan diberikan 1 eksemplar buku.

Bagi para pecinta puisi bisa membeli bukunya, langsung menghubungi penerbit Halaman Moeka, melalui Email: halamanmoeka@gmail.com
atau silahkan click: http://halamanmoeka.blogspot.com/2012/02/kumpulan-puisi-bima-membara-halaman.html

Mohon maaf jika ada kekurangan kami. Semoga usaha suka rela kita bersama ini akan membangkitkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat di Bima.

salam

------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku:
BIMA MEMBARA
Sebuah Kumpulan Puisi untuk Bima

- tebal 80 halaman
- ukuran 13 x 20 cm
- kertas HVS 70 gr B/W
- cover artcartoon 230 gr, laminating dof

Cover buku:


BIMA MEMBARA
Sebuah Kumpulan Puisi untuk Bima


Koordinator:
Leonowens SP

Editor:
Heri Latief
Mira Kusuma
Arif Hidayat
Jumari HS

Layouter:
Catur S.

Desain Cover:
Irman Permana

Diterbitkan Oleh:
Halaman Moeka Publishing
Jakarta, Februari 2012

ISBN: 978-602-9126-13-6

Halaman Moeka Publishing
Jl. Manggis IV, No. 2 RT/RW 07/04,
Tanjung Duren Selatan,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat
http://halamanmoeka.blogspot.com
Telp 021 46224131


Daftar Isi — ­­ ix

Menimba Air Mata di Bima Oleh Dinullah Rayes — 1
­­
Suara Oleh Shaka Arundaya — 3

Larik Samsara Oleh Selly Hartanti — 4

Negara Sakit Dipimpin Para Penjahat Tukang Kibul Oleh S Stanley Sumampouw — 5

Untuk Bima Oleh Eka RS — 6
­­
Ketika Timah Panas dan Sepatu Lars Bicara ­­Oleh Arrie Boediman La Ede­­ — 8

Kami Masih Ada Oleh Kit Rose —­­ 13

Untuk Petani Bima Oleh Habe Arifin — 15
­­
Tragedi Penembakan di Sape Oleh Edy Priyatna — 16
­­
Tanah Ini Sudah Meratap Oleh Kelana — 19
­­
Robohkan Angkuhmu ­­Oleh Donny Anggoro —­­ 22

Negeriku di Serambi Bima Oleh Zeta Rosa — 24
­­
Cukup Sudah! Oleh Bayu Gautama — 26
­­
Kota yang Tidur Oleh Dwi Rahariyoso — 28
­­
Bumiku Menangis Oleh Selsa — 30
­­
Pejuang-Pejuang Bima Oleh Bambang Prayitno — 32
­­
Pagi di Pelabuhan Sape Oleh Agus Wepe — ­­ 34

Maka Ceritapun Berubah Arah Oleh Wasta Tama — 35
­­
Bima Mutiara Nusantara Oleh Nurdiana — 37
­­
Cerita Rumput Oleh Edy Firmansyah — 40
­­
Harga Petani Oleh Ario Sasongko — 42
­­
Tanah Darah ­­ Oleh Alex R. Nainggolan — 44

Bima yang Menggugat Oleh Jaksen Saragih — ­­ 46

Ingin Aku Bedamai Denganmu Oleh Thomas Budi Santoso — 49
­­
Rezim Patuk Ular Oleh Saiful Hadjar — 52
­­
(Haibun) Malam Kudus Berdarah Oleh MiRa — 54
­­
Bima dan Kuku-Kuku Itu ­­Oleh Dimas Arika Mihardja — 57

Bima ­­Oleh Jumari HS — 59

Emas dan Tanah Air ­­Oleh Asahan — 61

Emas Berdarah Rakyat Oleh Heri Latief — 63

Bima Berkabung Oleh Selendang Sulaiman — 64
­­
Di Bima, Darah Bersimbah Oleh Darmanto Nugroho — 67


KATA MUTIARA

"Memang, kebijakan pemerintah yang lebih mementingkan pemodal menyebabkan aparatus negara dapat mempersepsikan masyarakat yang tidak sepaham menjadi musuh bersama yang harus dilawan. Karenanya saat ini, kita tidak bisa lagi membedakan mana penjajah mana penguasa.”

(Leonowens SP – Sastrawan Dunia)


Kata Pengantar

“Polisi! Gunakan wibawamu sebagai senjata, jangan gunakan senjatamu sebagai wibawa.”

Cukup sulit menemukan perilaku menempatkan wibawa sebagai senjata bagi aparatus kepolisian jika membuka lembaran-lembaran bentrokan masyarakat dengan kepolisian akhir-akhir ini.

Senin, (19/12/2011) ribuan masyarakat Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Provinsi Nusatenggara Barat (NTB) melakukan long march dengan berjalan kaki menuju pelabuhan Sape. Aparat keamanan berusaha untuk menghalau pendemo namun gagal dilakukan disebabkan jumlah massa saat itu mencapai ribuan orang tidak sebanding dengan jumlah aparat kepolisian.

Hari itulah titik awal masyarakat melakukan gerakan massif guna mendapat perhatian pemangku kebijakan terkait polemik Keputusan Bupati Bima Nomor: 188.45/357/004/2010 tanggal 28 April 2010 tentang penyesuaian Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi kepada PT. Sumber Mineral Nusantara (PTSMN).

Bibit penolakan sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan pada hari Kamis tanggal 10 Februari 2011 masyarakat Kecamatan Lambu Bima juga bentrok dengan aparat keamanan setempat yang mengakibatkan perusakan dan pembakaran beberapa unit kendaraan milik Pemerintah Daerah Bima.

Penolakan masyarakat Kecamatan Lambu ini bermula tatkala PTSMN berniat melakukan eksplorasi pertambangan diwilayah Lambu. Dalam hal ini masyarakat melihat, jika pertambangan dilakukan diwilayah tersebut maka otomatis akan menganggu sumber mata air mereka dan masyarakat telah mendapat informasi DAM Diwu Moro yang merupakan satu-satunya penampung air diwilayah tersebut akan ditutup.

Adanya DAM Diwu Moro tersebut merupakan penampungan air bagi petani bawang merah dan pada musim kemarau, Dari DAM air tersebut dialiri lewat sungai-sungai untuk dialiri langsung pada lahan pertanian milik warga. Informasi akan ditutupnya Diwu Moro yang merupakan DAM terluas di Indonesia setelah “DAM Pela Parado” Kecamatan Parado Kabupaten Bima terluas se-ASEAN tentunya Kecamatan Lambu dan sekitarnya akan mengalami bencana banjir bandang yang tidak terkirakan akibatnya. Dan merekapun sudah memperkirakan akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan air guna mengairi tanaman bawang yang menjadi tanaman utama bagi pertanian setempat.

Kerusuhan awal Februari 2011 ternyata tidak membuat pemangku kebijakan setempat bergeming, permintaan masyarakat untuk menghentikan ijin operasional PTSMN tetap tidak dipenuhi oleh pemangku kebijakan meskipun masyarakat setempat tetap mencoba melakukan komunikasi dengan pihak pemangku kebijakan.

Rasa frustasi karena keinginan masyarakat tidak terpenuhi akhirnya diputuskan untuk melakukan aksi yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat lainnya. Diputuskanlah melakukan blockade pelabuhan Sape Bima di Kecamatan Sape yang sebenarnya berbeda kecamatan dengan Kecamatan Lambu.

Sejak Senin (19/12/2011) ribuan masyarakat memblokade pelabuhan penghubung antara Pulau Sumbawa dengan Provinsi Nusatenggara Timur (NTT). Berhari-hari negoisasi telah diupayakan agar masyarakat menghentikan aksi blokade pelabuhan, namun kesepakatan belum tercapai. “Masyarakat tetap menuntut cabut ijin operasional PTSMN untuk selamanya.”

Negoisasi gagal inilah yang membuat aparatus keplisian dari Polda NTB bertekat untuk membersihkan pelabuhan dari masyarakat yang masih bertahan. Jumlah aparat keamanan yang diterjunkan pada Sabtu (24/12/2011) kelabu tersebut tidak sebanding dengan jumlah massa yang diperkirakan tinggal 300 orang.

Tak pelak, bentrokan pun terjadi. Ratusan massa yang masih bertahan porak-poranda akibat tembakan aparat keamanan. Setidaknya data terakhir yang dilansir oleh Komnas HAM dan DPD RI sebanyak 3 orang tewas dan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka serius.

Hasil investigasi Komnas HAM pun menemukan adanya pelanggaran atas prosedur penanganan unjuk rasa tersebut.

Sontak, Peristiwa Sabtu kelabu di pelabuhan Sape Bima ini mendapat sorotan dari berbagai pihak atas sikap penanganan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aparatus Kepolisian di NTB. Berbagai aksi dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat di seluruh Indonesia, mengecam keras atas tindakan aparatus kepolisian yang menghilangkan nyawa masyarakat dengan kekerasan.

Peristiwa Bima, ternyata tidak membuat nyali aparatus Kepolisian RI untuk tetap mengedepankan kekerasan dalam mengamankan pengunjuk rasa. Pasca bentrokan bima, ternyata korban-korban lain pun berjatuhan ditangan aparat kepolisian. Elemen masyarakat dan mahasiswa yang melakukan aksi kecaman terhadap peristiwa Bima ternyata juga manjadi korban saat mereka berhadapan dengan aparatus kepolisian disaat aksi lapangan. Puluhan orang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di beberapa kota dari Makasar hingga Jakarta.

Rasa keperihatinan mendalam terhadap sikap penanganan aksi oleh aparatus Kepolisian terus bergulir dengan berbagai cara dan di banyak tempat. Mahasiswa melampiaskannya dengan aksi dilapangan, politisi dengan cara mengadakan diskusi dan konfrensi pers, dan kami coba menghimpun Penyair Nusantara dalam sebuah buku puisi yang berjudul “BIMA MEMBARA: Sebuah Kumpulan Puisi untuk Bima”.

Bermula dari komunikasi tidak resmi dengan saudara Leonowens SP, tercetuslah ide untuk menghimpun puisi-puisi yang secara khusus mengenang peristiwa Sabtu kelabu di pelabuhan Sape Bima. Ide ini kemudian mendapat apresiasi dari saudara Heri Latief dan mbak MiRa yang kesehariannya bergelut di Sastra Pembebasan dan saat ini bermukim di Belanda.

Berbagai elemen didunia maya diantaranya dari groups facebook “Kumpulan Fiksi”, “Komunikasi Sastra”, “SASTRA dalam SAJAK” dan komunitas Blog Kompasiana.com serta rekan Jumari HS dari Komite Sastra Dewan Kesenian Kudus juga secara langsung mendukung dengan menyebarkan informasi solidaritas ini, sehingga hanya dalam waktu dua minggu terhimpun puluhan penyair yang menyumbangkan karya puisinya.

Antologi puisi ini merupakan upaya kami dalam menghimpun kegalauan penyair nusantara dalam menyikapi berbagai peristiwa yang melibatkan aparatus Negara terutama Kepolisian RI. Berbagai penanganan masalah yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai, justru akhir-akhir ini lebih senang dilakukan menggunakan kekerasan. Padahal nyawa manusia tidak akan bisa dikembalikan lagi jika peluru merenggut hak hidup masyarakat kita.

Kami berharap, buku antologi puisi ini dapat menjadi rekaman sejarah atas sikap kebrutalan aparatus kepolisian yang sudah tentu pada tahun-tahun mendatang tidak akan mengulangi lagi sejarah yang sama.

Sudah sepantasnya jika para penyair yang terlibat dalam antologi puisi “BIMA MEMBARA: Sebuah Kumpulan Puisi untuk Bima“ diberikan apresiasi atas karyanya, namun karena keterbatasan yang kami miliki maka apresiasi tersebut baru sebatas ucapan terima kasih.

Rekan-rekan penyair, Dinullah Rayes, Shaka Arundaya, Selly Hartanti, S Stanley Sumampouw, Eka RS, Arrie Boediman La Ede, Kit Rose, Habe Arifin, Edy Priyatna, Kelana, Donny Anggoro, Zeta Rosa, Bayu Gautama, Dwi Rahariyoso, Selsa, Bambang Prayitno, Agus Wepe, Wasta Tama, Nurdiana, Edy Firmansyah, Ario Sasongko, Alex R. Nainggolan, Jaksen Saragih, Thomas Budi Santoso, Saiful Hadjar, MiRa, Dimas Arika Mihardja, Jumari HS, Asahan, Heri Latief, Selendang Sulaiman, Darmanto Nugroho telah menoreh sejarah tersendiri untuk berupaya menyadarkan aparatus kepolisian kita agar lebih baik untuk hari-hari mendatang.

Terima kasih, salam hangat.



Jakarta, 13 Januari 2012

Arif Hidayat

(Penggiat LSM anti korupsi kelahiran Sumbawa NTB, pemilik media online www.sumbawanews.com dan majalah Sumbawanews)



Endorsement

Prof. DR. H.M. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah, Kelahiran Sumbawa)

Tragedi Sape-Bima mengusik hati kita semua, ketika bahasa kekerasan bicara, dan menjadi cara penguasa memperlakukan rakyatnya. Slogan pro-rakyat, pro kerja, hanyalah retorika politik belaka, yang berhenti pada kata-kata, tak pernah menjelma dalam perbuatan nyata. Adalah kelaliman kalau penguasa dikuasai hawa nafsu, adalah kemunafikan kalau ucap dan tindak tak menyatu. Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. Peribahasa tempo dulu, sayang tergerus waktu. Jika kebenaran tiba, kebatilan kan sirna.

Drs. H. Harun Alrasyid (Mantan Gubernur NTB dan Saat ini menjadi anggota DPR RI)

"Puisi menjadi alternatif celoteh bagi ide yang tak bisa dipenjara waktu, meski badan terkerangkeng, puisi kan tetap berkicau di tengah tirani dan denting peluru. Buku kumpulan puisi Bima Membara Ini adalah gerhana realitas sekaligus gerhana waktu, lahir dari refleksi sadar para penulis nya, sebagai sikap dan sekaligus kenang atas pristiwa bahwa Bima memang membara."

Fahri Hamzah ( Anggota DPR RI Asal Pulau Sumbawa - NTB

"Saya sudah membaca semua kemarahan, kata-kata dan teks secara keseluruhan seperti mengeluarkan gelombang dan dengung orang-orang yang tidak mau di dengar oleh otoritas politik dan penanam modal...kita perlu membaca kumpulan puisi ini untuk mempertajam nurani bahwa negara ini masih jauh dari baik jika dilihat dari kemampuannya memelihara hak milik dan hak asasi rakyat."

Saturday, February 11, 2012

[Tanka] Barat dan Timur



Air membeku
Sungai berlapis salju
Anak bermain
Hidup menggigil dingin
Kumpulan unggas lapar

Mengayuh sampan
Dari hulu ke hilir
Laut samudra
Kemapanan di barat
Ufuk timur melarat

Awan kelabu
Menyelimuti hati
Anak jalanan
Panas terik mengais
Gunung sampah beracun

MiRa - Amsterdam, 10 Februari 2012

Thursday, February 9, 2012

[Tanka] Makna Hidup



Heningnya malam
Membentang wajah bumi
Bulan bersaksi
Sinar cahaya lilin
Mimpi menghias kelam

Misteri hidup
Menyusuri kenangan
Ilusi sirna
Harapan masa depan
Tersirat makna hidup

MiRa - Amsterdam, 9 Februari 2012

Saturday, February 4, 2012

Tanka di Musim Dingin



Fajar menyingsing
Siluet cahaya surya
Berkilau emas
Pohon bergaun salju
Cabang ranting membeku

Kumpulan gagak
Menggaok-gaok galau
Terdengar parau
Hama terkapar mati
Mimpi lahir kembali

MiRa - Elisabeth Samsonstraat, 4 Februari 2012

Sunday, January 29, 2012

[Haiku] Lintah Darat


Bisikan angin
Pada bayangan sinar
Ke kehidupan

Sejarah bangsa
Hukum sebab akibat
Berkontradiksi

Pemilik modal
Mesin dan manusia
Rentenir riba

Alat produksi
Wahana jati diri
Pabrik berasap

Peluh keringat
Tenaga kerja pabrik
Bersimbah darah

Tuntutan buruh
Sandang pangan dan papan
Jaminan hidup

MiRa - Amsterdam, 29 Januari 2012

Sunday, January 22, 2012

[Haibun] Separuh Hampa

Separuh hampa
Menantang takdir hidup
Jiwa membara

Perjalanan panjang
jangka waktu terbatas
seakan hidup penuh arti
Tiada kasih tanpa cinta
tatapan mata memandang
menapak masa depan

Timur ke barat
Perjalanan bermakna
Jati dirinya

Alkisah hidup silih berganti
mengarungi lintasan arus badai
bagai pasang-surutnya air lautan
Pilihan keyakinan diperjuangkan
rintangan membakar ingatan
dalam semangat jiwa bara api

Kepulan asap
Gelombang angin dingin
Merasuk sukma
Embun pagi berkilau
Secerah matahari

MiRa - Elisabeth Samsonstraat, 22 Januari 2012

Sunday, January 15, 2012

[Haibun] Hutang Piutang

Hutang-piutang
Yunani nyaris bangkrut
Rakyat berontak
Menyelamatkan euro
Negara dalam resesi

Apa daya, daya beli warga Eropa anjlok
Naiknya harga sandang, pangan dan papan
kebutuhan hidup minimal rakyatnya terpuruk
Kisah kasak-kusuk penanganan krisis finansial
di tengah keramaian pasar modal, seakan mampu
berkiprah keluar dari kemelut resesi ekonomi negara
Ada makna tersirat dan tersurat dari siasat konspirasi
lalu, siapa peduli efek domino krisis ekonomi menggelobal?

Menghemat budget
Pengangguran melonjak
Perang moneter

Mendaur ulang
Jeratan kemiskinan
Lingkaran setan


MiRa - Amsterdam, 15 Januari 2012

Saturday, January 7, 2012

[Haibun] Malam Kudus Berdarah



Dikala keheningan mewarnai hari peringatan kelahiran Kristus, seketika ingatan bersama mimpi purnama memudar. Sepi lalu-lalang di jalan, hanya kadang terdengar suara trem menderu kencang memecah kesunyian malam, hembusan angin dingin berdesir, menerpa tirai batasan dinding tua, dan berbisik kepada bangsa-bangsa di kaki langit,

Eksploitasi
Area tambang emas
Lahan tercemar

Tragedi Bima
Air limbah kubangan
Berlumur darah

Saat lembaran hitam terukir dalam kumpulan catatan harian, guratan pena bertinta emas, sirna memaknai jejak kehidupan sang juru selamat umat manusia. Waktu menuntun malam, tak urung melintasi kenangan kelam menyita heningnya malam kudus.

Menguak tabir
Di Pelabuhan Sape
Luka bernanah

Moncong senjata
Sang penguasa zalim
Rakyat berontak

Bukan takdir menjejak napak tilas pesisir pantai emas, berbusung lapar
Walau hati dan jiwa menyelimuti kekaguman gemerlapnya citra warna Natal
cengkraman tak luput dari jubah sang pemodal bergaun egosentrisme
merajut mata rantai, kawat berduri membentang krisis sistem keuangan
sang adikuasa pun takabur mengangkangi keadilan dan hak kemanusiaan

Makna merdeka
Bebas dari tirani
Diperjuangkan

MiRa - Amsterdam, 7 Januari 2012

Sunday, January 1, 2012

[Haiku] Pergantian tahun

Renungan malam
Detak waktu terakhir
Menyambut hening

Gema suara
Percikan warna warni
Menghias kelam

Selamat tinggal
Adakah hari depan
Bebas merdeka?

MiRa - Elisabeth Samsonstr, 00.01 2012

Sunday, December 18, 2011

[Tanka] Ibunda



Ingatan lalu
Ku terpikat senyummu
Ibunda sayang
Kehadiran sesaat
Rindu berbulan madu

Kawat berduri
Tabah dan ketegaran
Bermakna juang
Terajut hasrat kasih
Mengatasi rintangan

Pandangan mata
Menawan hati nanda
Tersemai cinta
Pertemuan di taman
Harum bunga abadi

MiRa - Elisabeth Samsonstraat, 18 Desember 2011

Saturday, December 17, 2011

[Haiku] Keniscayaan


Detak jarum jam
Memecah kesunyian
Dikeheningan

Api membara
Memberi kehangatan
Di musim dingin

Tatapan mata
Tak ada yang tersisa
Bayangan mimpi

Keniscayaan
Menuntut kebenaran
Fakta dan nyata

Tantangan hidup
Bebas dari belenggu
Jatidirinya

MiRa - Elisabeth Samsonstraat, 17 Desember 2011

Monday, December 5, 2011

[Haiku] Fajar Menyingsing


Roda berputar
Sosial kehidupan
Di ufuk Timur

Memandang surya
Saat fajar menyingsing
Sinar membara

Hukum alami
Urusan priyuk nasi
Berkontradiksi

Percikan api
Zamrud khatulistiwa
Bumi Pertiwi

MiRa - Amsterdam, 5 Desember 2011

Saturday, December 3, 2011

[HAIKU] Menanti Fajar

Pagi nan kelam
Cahaya matahari
Tak kunjung tiba

Menapak jalan
Transparasi bayangan
Berkabut tebal

Jiwa meronta
Perjalanan usia
Sebatas musim

Raga terkoyak
Memahat kehidupan
Di perantauan

MiRa - Amsterdam, 3 Desember 2011

Friday, November 11, 2011

[Haibun] Bulan Purnama



Di musim gugur
Saat cuaca cerah
Berjalan kaki

Menuntun sepeda sepanjang jalan boulevard Apollolaan,
kutelusuri lintasan barisan pohon-pohon bercabang,
bayang bayang dalam pancaran cahaya rembulan
menembus sinar kemilau di antara dahan dan ranting
jejak langkah berirama suara pijakan lapisan daun daun kering
gemerisik menembus batas waktu kebisuan dalam hening

Bulan punama
Memancar sinar terang
Di ujung jalan
Suara burung camar
Memecah keheningan


MiRa - Amsterdam, 11 - 11 - 11

Saturday, November 5, 2011

[Haibun] Perjalanan Usia

Tatapan mata
Daun daun di pohon
Aneka warna

Sejauh mata memandang
warna warni dedaunan terbang melayang layang
seperti menari riang di atas air telaga

Ranting dan dahan
Menetes air mata
Diterpa badai

Menyusuri jalan taman berkarpet daun kering
mengikuti hitungan waktu perjalanan
Dalam kumpulan catatan riwayat hidup insani
berkisar pada pahit getir dan manisnya kehidupan

Penjelajahan
Musim silih berganti
Suka dan duka

Perjalanan usia
Menunda kematian


MiRa - Amsterdam, 5 Nopember 2011

Wednesday, November 2, 2011

Haiku Musim Gugur


Terbang melayang
Di atas awan putih
Pulau samudra

Hal menyenangkan
Makna persahabatan
Tak terpisahkan

Bulan purnama
Menjauh tak berbatas
Serasa cemas

Siang dan malam
Memperingatkan waktu
Dalam gerakan

Kehadirannya
Mengusik keresahan
Di keheningan

Pohon di taman
Daun yang berguguran
Terhempas angin


MiRa - Amsterdam, 2 November 2011

Friday, September 9, 2011

[Tanka] Bisnis Korupsi

Bisnis korupsi
Seperti bunga bangkai
Taman labirin
Hak imunitas hukum
Proyek partai demokrat

Efek domino
Diaspora satire
Filem sinetron
Mengusut kasus suap
Parodi kebohongan

MiRa - Amsterdam, 9 September 2011

* inspirasi dari:
http://www.tribunnews.com/2011/09/09/nazaruddin-masih-sebut-keterlibatan-petinggi-demokrat
http://www.tribunnews.com/2011/09/09/kubu-nazaruddin-uang-sudah-diberikan-pada-chandra

Sunday, September 4, 2011

[Haibun] Alam Beracun

Kapitalisme
Berawal krisis uang
Ke krisis hutang

Di ufuk timur kemanusiaan dikelilingi kesengsaraan
roda kehidupan yang mengkonsumsi tawaran pasar bebas
diabaikannya dengan mengobral alam kekayaan rakyat
hanya untuk menguntungkan kebesaran penguasa penindas
Sudah berapa lama rakyat miskin menonton kerakusan mereka?

Bunga tersenyum
Saat fajar menyingsing
Alam beracun

MiRa - Amsterdam, 2 September 2011

Saturday, August 20, 2011

Haiku untuk Ayah

Jembatan gantung
Mengayun sangat lambat
Usia uzur

Menatap kaca
Tercermin wajah ayah
Surya bersinar

Remaja nganggur
Protes menuntut kerja
Jaminan hidup

Siang terdiam
Gagak melengking parau
Memanggil teman

Cinta dan benci
Aku membunuh lalat
Dimakan semut


MiRa - Amsterdam, 20 Agustus 2011

Friday, August 19, 2011

[Haiku] Si Mawar Merah

Jeritan tangis
Tetesan air mata
Darah kawula

Saat meronta
Jiwa Ibu pertiwi
Hidup dan mati

Kemerdekaan
Pondasi kesatuan
Dimakan rayap

Riwayat juang
Tiada persatuan
Zaman korupsi

Si mawar merah
Meliar akar dendam
Bertangkai duri


MiRa - Amsterdam, 19 Agustus 2011


Saturday, July 30, 2011

[Tanka] Wacana Reformasi

Langit kelabu
Bertirai hujan rintik
Di musim panas
Nyamuk-nyamuk menyengat
Penghisap darah segar

Niat tarekat
Hakikat kehidupan
Surga dunia
Keadilan sosial
Untuk Kemerdekaan

Mereformasi
Penguasa militer
Berjubah sipil
Wacana reformasi
Integrasi korupsi


MiRa - Elisabeth Samsonstr, 31 Juli 2011

Tuesday, July 19, 2011

[Tanka] Sumpah Sampah


Pengais sampah
Nasib pemiskinannya
Termarjinalkan
Egosentris anarki
Neo liberalisme

Sebab - akibat
Afeksi perubahan
Terrekonstruksi
Moral pelanggar hukum
Bencana kehidupan

MiRa - Amsterdam, 19 Juli 2011

Saturday, July 16, 2011

[Tanka] OBITUARIS

[Tanka] OBITUARIS
: 19 Desember 1919 - 6 Juli 1986

Gelombang laut
Menggapai pasir putih
Pesisir pantai
Suara air mendesir
Gemericik tak henti

Menyongsong pagi
Musim silih berganti
Di perantauan
Proses dialektika
Menapak kehidupan

Puing kenangan
Jiwa bercermin langit
Selubung awan
Fajar merona merah
Ranah pusara insan

MiRa - Amsterdam, 16 Juli 2011

Friday, July 15, 2011

[Haiku] Metamorfosa

Hujan dan badai
Pohon-pohonan roboh
Di musim panas

Ulat kepompong
Reformasinya basi
Metamorfosa

Membakar hutan
Terik panas menyengat
Alam menggugat

Prita digugat
Tuntutan keadilan
Direkayasa


Kekuasaan
Formasi penguasa
Politik uang


MiRa - Amsterdam, 15 Juli 2011

------

Info Terkait:


Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2011/07/110708_forumpriita.shtml

Kasasi MA akan mengirim Prita ke penjara


Masih ingat Prita Mulyasari? Dua tahun lalu ia digugat RS Omni International Tangerang karena mencemarkan nama baik akibat emailnya yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut.

Prita sempat bebas di pengadilan tinggi namun keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Agung membuat dia terancam masuk penjara.

Akan tetapi MA membebaskan Prita dari tuntutan perdata sehingga tidak harus membayar ganti rugi Rp20 miliar kepada Omni.

Tanpa bermaksud mencampuri keputusan hukum, apa komentar maupun saran Anda atas kasus ini?

Apakah keputusan MA itu sudah mencerminkan keadilan karena bagaimanapun hukum harus ditegakkan terlepas dari simpati masyarakat umum terhadap Prita?

Mungkin anda menyarankan sudah saatnya Prita mengakhiri kasus ini dan menerima keputusan MA dengan segala konsekuensinya.

Atau sebaiknya Prita sebisa mungkin menempuh jalan hukum dalam bentuk peninjauan kembali?

Mungkin juga anda menyarankan Prita lebih memilih jalan politik saja dengan meminta pengampunan dari presiden?

Bisa jadi anda berpendapat saatnya kembali menggelar solidaritas untuk Prita Mulyasari, sama seperti ketika pengumpulan koin untuk Prita guna menghimpun dana ganti rugi yang harus dibayar Prita.

Kirimkan ke indonesia@bbc.co.uk dan mohon sertakan nomor telepon jika Anda tidak keberatan untuk kami hubungi kembali.

Atau kirimkan lewat SMS ke +44 77 86 20 00 50 dan kami ingatkan operator jaringan telepon anda akan mengenakan tarif untuk setiap pengiriman SMS.

Mohon kiranya menyertakan nama dan asal kota anda ketika mengirimkan pesan lewat email maupun SMS.

Ruang Forum ini juga akan kami tampilkan di Halaman BBC Indonesia di Facebook dan akan disiarkan setiap Kamis Pukul 18.15 WIB.


Ragam pendapat

"Menurut saya, Bu Prita menempuh peninjauan kembali sekaligus mengambil jalan politik. Hal ini tidak terjadi jika jaksa tidak kasasi ke MA. Jaksa harusnya menerima putusan bebas di Pengadilan Tinggi." Satriyo Wibowo, Banjarnegara.

"Hukum yang berkeadilan di Indonesia itu tidak jalan, berpihak pada yang punya kekuasaan. Rakyat kecil siap-siap jadi korban."

Yusqi Mhd

"Saya fikir untuk kasus Prita yang telah menyita perhatian orang banyak, MA tidak lagi memikirkan keadilan tetapi bagaimana kasus ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan pribadi para abdi hukum itu sendiri atau untuk mengalihkan perhatian masyarakat demi kepentingan penguasa yang sedang dihujat habis-habisan. Kasus Prita adalah kasus ecek-ecek yang tidak lazim harus sampai MA. Oleh karenanya jangan bertanya: adilkah peradilan kita akan tetapi masih punya nurani manusiakah para abdi hukum kita? Banyak kasus-kasus besar justru nyaris tak terdengar lagi berkat kerja rapi para abdi hukum kita. Hukum yang berjalan sempurna di Indonesia adalah hukum Archimides, hukum Newton dan Hukum Rimba." Kakan Maskawan, Bogor.

"Indonesia negara hukum. Seharusnya hukum itu mengutamakan keadilan. namun pelaksanaannya lain. Hukum di Indonesia sudah dibeli dengan uang sehingga rasa keadilan dikesampingkan. Seharusnya masalah Prita dihentikan saja dan bebaskan dia. Rumah Sakit Omni tetap jalan dan tidak dirugikan apa-apa." Bonefasius Jehandut, Tangerang.

"Ini barangkali bentuk hukum yang sudah terbeli, yang tidak memahami hati nurani, dan RS Omni memang sanggup. Penganiayaan orang lemah oleh kecongkakan hukum. Doa kami Mbak Prita tabah." Nuryanto, Purwodadi.

"Bikin hopeless saja." Adi, Yogya.

"Sudah tentu aparat penegak hukum melihat, berpendapat, menuntut, membela dan memutuskan berdasarkan bukti fisik yang ada. Namun seringkali bukti fisik yang terlihat bisa direkayasa untuk memberatkan vonis hukuman bagi masyarakat lemah, dan meringankan bagi yang punya kuasa. Fakta hukum yang menjadi keputusan hukum seharusnya mampu memenuhi rasa keadilan yang berketuhanan, bukan keberpihakan pada pemilik kuasa yang lebih memiliki posisi tawar untuk 'membeli keputusan hukum'. Kasus Prita?" Prayascito Sidoyo, Klaten.

"Hati nurani yang tergadaikan." Henyo Era Rani.

"Benar-benar tidak adil. Hukum sudah diperjualbelikan dengan uang dan kayaknya kasus ini ada yang main belakang." Ubi Kalyu.

"Kalau saran saya sudahi saja. Seharusnya tidak perlu sampai PK. Khawatir semakin dilanjut malah semakin merusak citra yang sudah ada. Suara rakyat banyak buat Mbak Prita lho." Alfiyan, Bogor.

"Keadilan harus tetap ditegakkan dengan tidak mengenyampingkan efek sosial yang dapat terjadi. Tetapi negara kita adalah negara hukum tanpa memandang siapa pun dia. Saran saya adalah keputusan MA ditindak lanjuti dengan jalan politis melaluli pengampunan dari presiden karena ada indikasi putusan MA yang politis." Hasdar.

"Seharusnya rumah sakit menyembuhkan orang sakit, bukan malah menyakiti orang yang ingin sembuh." Syamsul, Cilacap.

"Inilah Indonesia, pasien yang membutuhkan informasi mengenai penyakit dan obat yang diberikan kepada dirinya justru akhirnya digugat pencemaran nama baik oleh RS, yang seharusnya memberikan pemahaman kepada pasien."

Toton Suryotono

"Setelah diangkat ke media, saya jamin pasti ada TV swasta yang mengupas tuntas lagi masalah Prita ini (seperti Infotainment) sehingga masyarakat Indonesia dibikin lupa sama kasus yang lebih besar dari seorang Prita, yakni kasus kebobrokan para aparatur negara yang sedang main lempar batu sembunyi tangan, yang justru merupakan musuh rakyat Indonesia." Dena.

"Katanya tiap warga negara bebas untuk menyuarakan semua keluh kesah. Untuk Prita, apa yang menjadi pencemaran nama baik? Ia hanya mengungkapkan semua keluhan kesahnya atas ketidakpuasan pelayanan rumah sakit. Apa email tersebut diterbitkan olehnya. Ia hanya 'curhat' pada seorang sahabat. Salahkah seorang warga negara yang berkeluh-kesah? Hukum di negara ini sangat aneh, orang kecil tidak pernah mendapat keadilan di negara ini. Hukum terkesan bisa dibeli. Bukan hanya Prita, kasus seperti mencuri biji kopi yang telah jatuh pun dihukum berbulan-bulan sedangkan koruptor bisa menikmati terus udara kebebasan dengan berbagai alasan. Sakitlah atau pemeriksaan kesehatanlah, bahkan kasus tertentu malah di peti es kan." Ferry.

"Sebenarnya saya ingin berkomentar banyak tetapi saya takut dituntut seperti Prita. Maka dari itu saya akan hanya memberi usulan: sebaiknya penggelaran dana untuk Bu Prita diadakan kembali." Anisa, Bandar Lampung.

"MA mengabulkan kasasi Kejaksaan Agung terhadap Prita Mulyasari, yang menunjukkan hukum berpihak pada pemilik modal. Menyangkut kasus rakyat kecil, rata-rata kalah di tingkat MA. Jangan sampai pengumuman ini untuk mengalihkan isu dari banyaknya hakim yang tertangkap oleh KPK. Komisi Yudisial sebaiknya mempelajari keputusan MA: apakah ada kejanggalan? Prita Mulyasari, jika Anda merasa benar teruslah berjuang melawan kolaborasi hukum, pemilik modal, kekuasaan." Wahjoe, Nganjuk.

"Mudah-mudahan diberi kesempatan sekali lagi bagi Prita Mulyasari. Jangan seperti Nazarudin kabur ke luar negeri tanpa ada laporan dulu. Kalau Prita hanya diam di Indonesia tetapi Nazarudin malah kabur dengan alasan yang tidak jelas." Sony Rusdiyan, Serang.

"Oleh aparat hukum dibebaskan tapi oleh aparat hukum yang sama dijerat lagi. Sebenarnya aparat hukum ini memakai landasan hukum yang mana? Seharusnya pihak Omni juga jangan keras kepala dan jadikan saja ini sebagai bahan untuk berbenah. Walau dianggap atau merasa tercemar, kalau Omni terus melakukan perbaikan pelayanan, ya apa masalahnya." Adianto, Aceh.

"Keputusan MA tersebut menunjukkan majelis hakim hanya terpaku kepada aspek yuridis tanpa memperhatikan aspek sosial dan moral. Jika saya yang mengalami kasus tersebut, maka saya akan menempuh segala upaya hukum yang tersedia termasuk PK dan grasi demi menegakkan nilai kebenaran dan keadilan." Aristides Mota, Bogor.

"Saya kurang mengerti soal hukum. Tapi hati kecil saya merasakan hal ini tidak adil. Saya tidak tahu kenapa tidak ada keberpihakan kepada Prita sebagai orang kecil. Setuju digelar lagi solidaritas untuk Prita." Martin Iskandar, Jakarta.

"Kasusnya sudah sangat jelas bahwa RS Omni tidak mau mengakui kesalahannya padahal jelas mereka merugikan pasien, namun yang terjadi di sini adalah RS Omni menunjukkan arogansi mereka sebagai sebuah instansi besar yang mengedepankan citra. Menurut saya perlu ditinjau lebih jauh lagi kenapa MA mengabulkan kasasi itu? Atas dasar apa keputusan itu?" Eva, Yogyakarta.

"Kasihan Mbak Prita," Mateus Suseno.

"Inilah Indonesia, pasien yang membutuhkan informasi mengenai penyakit dan obat yang diberikan kepada dirinya justru akhirnya digugat pencemaran nama baik oleh RS, yang seharusnya memberikan pemahaman kepada pasien. Di Indonesia hal ini belum dipahami oleh praktisi hukum termasuk MA."Toton Suryotono.

"Ikut bersimpati yang mendalam buat Bu Prita." Budhi Nightwish.

"Hukum yang berkeadilan di Indonesia itu tidak jalan, berpihak pada yang punya kekuasaan. Rakyat kecil siap-siap jadi korban." Yusqi Mhd.

"Dukung terus Bu Prita." Yayuk Wib.